Bulan: Februari 2010

Tua di Bus Kota

Satu hal yang paling tidak saya sukai di jakarta adalah MACEEET… dan itulah alasan mengapa saya memilih tinggal/nge-kost di lingkungan deket2 kantor…

Beberapa hari yang lalu, karena ada keperluan ke bekasi saya harus berjibaku dengan macet-nya lalu lintas pada jam pulang kantor dari jakarta menuju bekasi…

Berdiri di bagian agak di depan bus mayasari, membuat saya melihat hampir keseluruhan penumpang di bus mayasari ini… kebanyakan dari penumpang yang duduk sudah tertidur lelap, dan tampaklah wajah-wajah capek, lusuh, stress bercampur pakaian yang sudah acak2an serta rambut yang sudah ubanan…

Hmm… saya berasa bercermin membayangkan jika inilah aktifitas saya di sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang… hidup di jakarta dengan gaji pas2an, setelah menikah pastinya ingin punya rumah sendiri… cari rumah di jakarta pasti tidak ada yang sesuai isi tabungan dari gaji yang pas2an…  alternatifnya yaaa pinggiran jakarta seperti bekasi, depok, tangerang, dsb…

Setiap hari harus bangun pagi2 sekali, berburu bus kota agar tidak terjebak macet dan bisa nyampe kantor tepat waktu… pulang kantor-pun juga harus berburu bus kota, agar masih bisa bercengkrama dengan keluarga sebelum mereka semua tertiduur… bahkan ada yang harus lembur sampai malam, demi mencari tambahan pemasukan dengan mengorbankan waktu kebersamaan dengan keluarga… dan tak jarang pula sabtu minggu yang seharusnya hari liburpun juga digunakan untuk lembur lagi-lagi untuk alasan tambahan pemasukan…

Bagi orang-orang seperti ini, pastinya waktu berjalan begitu cepat… tak terasa anak yang ditinggalkan dirumah sudah tumbuh besar, tanpa terlalu memperhatikan perkembangannya…  rambut yang dulunya hitam sudah banyak ubannya… tubuh yang dulunya segar bugar kini sudah mulai lemah dan keriput…

Saya yakin, orang-orang seperti ini… jumlahnya buaaanyaak sekali di jakarta… akan tetapi apakah para pemilik perusahaan di jakarta sebenarnya tahu kehidupan dari karyawannya ?? saya pernah membayangkan jika saja ada pemilik perusahaan yang mengerti kondisi orang-orang  seperti ini dan bisa mengelolanya dengan baik pasti akan memberi nuansa yang berbeda bagi perkembangan perusahaan itu…

Dan ternyata dalam artikel ini… perusahaan seperti yang saya bayangkan itu nyata adanya… perusahaan itu bernama “ISS Indonesia”.  Silahkan dibaca, karena artikel yang dibuat oleh Rhenald Kasali ini begitu menarik dan inspiratif…

Mudah2an ISS Indonesia semakin maju yang semakin lebih baik…

Iklan

Demam Rubiks…

Bermain Rubiks merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang, akan tetapi juga memusingkan bagi sebagian lainnya jika tidak tahu cara untuk menyelesaikannya… bisakah seseorang menyelesaikan rubiks dengan sendirinya tanpa melihat langkah2 penyelesaian sebelumnya ?? tampaknya jarang atau hampir bisa dikatakan mustahil… karena langkah2nya memang agak rumit, bahkan dengan melihat panduan-pun belum tentu bisa menyelesaikannya…

Beberapa bulan ini, virus rubiks sedang menyerang kawan-kawan di kantor… ada yang sudah expert, ada pula yang masih pemula… dan variant-nya pun banyak sekali, ada yang masih 3×3, ada pula yang sudah berbentuk pyramid, bahkan ada yang berbentuk bola…

Emang cara penyelesaiannya bagaimana sih ?? setiap orang memiliki cara yang berbeda tergantung sumber yang diperolehnya… ada yang lewat video, ada yang hanya gambar2 bahkan ada juga yang cuma tanda panah-panah doank… dan semuanya lengkap jika dicari lewat mbah google…

Salah satunya ada disini, dibahas menggunakan bahasa inggris, akan tetapi lumayan lengkap dengan solusi berbagai variant rubiks lainnya…

Selamat Bermain Rubiks…

Universal Studios Singapore (USS)

Lagi-lagi tetangga sebelah membuat sebuah gebrakan baru untuk menggenjot sektor pariwisatanya… Tak tanggung-tanggung singapore mendirikan sebuah wahana bermain kelas dunia yang diberi nama dengan “Universal Studios Singapore (USS)” yang akan menjadi jaringan Universal Studios keempat didunia setelah Universal Studios di Hollywood (California), Orlando (Florida), dan Osaka (Jepang).

Kabarnya USS mempunyai tujuh zona berbeda yaitu The Lost World, Far  Far Away, New York, Sci-Fi City, Hollywood Boulevard, Madagascar, dan Ancient Egypt yang dibangung dengan arsitektur khas masing-masing zona (gambar bisa lihat disini ).

USS memiliki 24 wahana dimana 18 di antaranya merupakan atraksi baru yang hanya dirancang untuk Singapura yang berarti belum pernah ada di ketiga Universal Studios sebelumnya…

USS yang masih dalam pembangunan ini bisa dipastikan akan dibuka untuk umum pada tahun ini juga… Pertanyaannya : Berapakah harga tiket yang harus dibayar untuk menikmati Taman bermain bertema film-film terkenal Hollywood produksi Universal Studios ini ? menurut sumber ini, harga tiket sebagai berikut :

Satu Hari
Senin sampai jum’at
Dewasa = Sin$ 66
Anak2 = Sin$ 48
Manula – Sin$ 32

Akhir pekan & Hari Libur
Dewasa = Sin$ 72
Anak2 = Sin$ 52
Manula = Sin$ 36

Dua Hari
Dewasa = Sin$ 118
Anak2 = Sin$ 88
Manula = Sin$ 58

Yaa… bisa dipastikan juga Taman Bermain yang berlokasi di Pulau Sentosa, Singapura ini akan menjadi daya tarik baru wisatawan asing untuk mengunjungi negeri singa itu…

Bagaimana dengan indonesia ?? Apakah “Trans Studio” makassar yang katanya merupakan Indoor Theme Park Terbesar Di Dunia bisa bersaing dengan USS ini ??

Sumber : 1. jawapos 2. senatus 3. asiatraveltips

Ngapain Sekolah ?? ^_^

Saya teringat kejadian lucu dulu waktu masih nunggu panggilan kerja… dikarenakan aktifitas yang berkurang setelah kuliah… sehari2 bermain dengan nabil umur 4th, anak tetangga sebelah yang kebetulan baru masuk TK…

Kebetulan memang hari itu sudah sore, dia pamitan mo pulang…

Nabil : Bang, nabil mau pulang dulu… besok nabil mau sekolah…

Saya : Sekolah ?? Ngapain sekolah… Abang aja kagak sekolah… sekolah kagak enak… lihat papa, mama, nenek sama kakek kagak ada yang sekolah… Abiss sekolah kagak asyikk…
*komentar saya seadanya dengan maksud dia kagak pulang kerumahnya buru-buru*

Nabil : Iya ya bang… Emang abang kagak sekolah ??

Saya : Dulu pernah sekolah, tapi sudah kagak lagi sekarang… soalnya males mandi pagi… dingin
*lagi-lagi ngomong tanpa beban…*

Nabil : Papa ga sekolah mama juga ga sekolah… *bingung*

/* Besok paginya, Mak-nya si Nabil ngetok2 pintu pagi2 */

Mak-nya Nabil : Akhmal… kemaren ngomong apa sama si Nabil…??!

Saya : Kagak ngomong apa2 kok tante…

Mak-nya Nabil : Nggak Ngomong apa2 gimana ?? sekarang si Nabil kaga mau berangkat sekolah… Kagak mau mandi pagi…
*Naah loooh… mulai mikir…*

Saya : Owh yang kemaren sore… saya becanda doank kok tante, soalnya Nabil  mau buru2 pulang, padahal maen nyusun puzzle-nya belum beres…

Mak-nya Nabil : Pokoknya saya kagak mau tahu, kamu harus bujuk Nabil supaya mau berangkat sekolah…

/* Akhirnya saya harus rela menghabiskan uang bulanan kiriman dari orang tua, buat beliin Nabil petasan asal mau berangkat sekolah… */

Pelajaran moral : “Kalo mau ngibulin anak kecil kudu lebih kreatif jangan sampai mengorbankan uang jajan… :)”

ACFTA (ASEAN-Cina Free Trade Area)

Hari Jum’at 12 Februari 2010 kemaren ada demo di Kedutaan China yang kebetulan berada persis disebelah kantor… kurang tahu persis mereka berasal dari organisasi mana, yang sedikit terlihat mereka mempermasalahkan tentang kerjasama perdagangan bebas antara China dengan negara-negara ASEAN atau yang lebih dikenal dengan ACFTA (ASEAN-Cina Free Trade Area), sampai-sampai mereka menuntut untuk memutuskan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan China.

Memang sejak awal tahun 2010 ini, sesuai perjanjian yang telah disepakati sejak beberapa tahun yang lalu (tahun 2002 kalo nggak salah), telah direalisasikan perdagangan bebas antara China dan negara-negara ASEAN, dengan arti kata sebagian besar produk impor dari China bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenai biaya masuk.

Hal inilah yang membuat sebagian besar pebisnis tanah air merasa terancam, bagaimana tidak? Sejak dahulu produk china yang sudah dikenakan biaya masuk-pun sudah terkenal dengan murahnya, apalagi dengan tanpa dikenakan biaya masuk sedikitpun, nggak kebayang bagaimana para produsen local akan bisa bersaing dengan produsen china yang terkenal dengan kreatifitasnya serta dukungan yang sangat baik dari pemerintahnya…

Terus bagaimana strategi menghadapi ACFTA ini ?? Kenapa produk Cina berharga murah dan semakin bagus kualitasnya ?? silahkan baca sebuah artikel menarik dari seorang konsultan bisnis disini

Image diambil dari sini

Tower BTS jadi Menara Masjid ??

Nge-Kost di sekitar mega kuningan, rugi juga kayaknya jika nggak keliling2 komplek perkantoran sekitar sana… Gedung-gedung yang menjulang tinggi tampak anggun ketika dilihat di pagi hari dengan susana langit yang masih biru tanpa awan, ditambah dengan hawa dingin dari pohon-pohon yang tumbuh berjajar dengan rapi yang menambah cantiknya kawasan yang terkenal dengan pusat perkantoran “mewah” didaerah jakarta selatan ini…

Ada yang lebih menarik perhatian saya waktu keliling2 kawasan ini, sebuah musholla kecil disamping gedung menara prima… Apa yang menarik dari musholla itu ?? musholla kecil itu ternyata punya sebuah menara yang menjulang tinggi layaknya sebuah menara Masjid, yang sangat kontras jika dibandingkan dengan besar musholla itu sendiri…

Setelah diperhati-perhatikan ada yang unik dari menara itu… dari lobang angin menara itu terlihat ada besi-besi yang berdiri kokoh di dalamnya… lama saya berfikir, dan teringat tentang adanya konsep sharing menara antara operator telekomunikasi dengan DKM sebuah masjid… yaaa… mungkin inilah salah satu contoh hubungan mutualisme antara kedua belah pihak itu… dan saya semakin yakin setelah melihat dibagian puncak menara terlihat perangkat2 BTS yang biasanya menempel di BTS-BTS yang biasa terlihat…

Hmm… cari-cari di internet, ternyata memang sudah diterapkan dari beberapa tahun yang lalu… dan malahan memperoleh respon yang positif dari Bapak Yusuf Kalla yang kebetulan waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden RI. (Baca lengkapnya disini)

Menurut saya, justru lebih bagus tampilan BTS yang dipoles jadi menara Masjid ketimbang cuma besi-besi yang berdiri tanpa seni-nya sedikitpun… ditambah lagi menjamurnya menara2 di jakarta, semakin memperjelek tata ruang kota yang ada…

Bagaimana kalau semua BTS di jakarta di per-indah dengan tampilan-tampilan yang unik, misalnya icon kota jakarta “Ondel-Ondel” ato yang lebih serem dihias kayak “Pocong”… hihihihihi… Jadi jakarta bisa punya gelar baru sebagai “Kota Kreatif” *mulai ngawur…*

Gambar diambil dari sini