Lailatul Qadar…

Ada yang bilang kalo semalam, malam ke 25 ramadhan adalah malam lailatul qadar… dapat update-an dari sepupu yg lagi i’tikaf sekitar jam 1.30-an ,bilang kalo saat itu adalah malam lailatul qadar…
Tahukan kalian apa yang saya lakukan saat2 itu ?? saya masih struggle dengan layar item putih… dari habis buka puasa gak berhenti2 menatap layar item putih itu… sholat isya dan tarawih pun baru saya lakukan di sekitar jam 1-an itu… 😦
Mudah2an yaa… apa yg saya lakukan itu… juga diitung sebagai ibadah disisi Nya… Amiiin.

Btw, walaupun katanya malam lailatul qadar itu udah datang semalam… bukan berarti ibadahnya boleh berkurang kan ?? Ramadhan masih beberapa hari lagi… tetap semangat… 😀

Pulang… Sikuai…

Pulang merupakan kata yang hampir setiap hari pernah saya dengar ataupun saya sendiri yang mengucapkan… menurut kamus bahasa Indonesia pulang memiliki arti : “[v] pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke)” sumber : http://kamusbahasaindonesia.org/pulang  bukankah agak kurang pas jika mengartikan pulang hanya dengan kata “kembali” ? /*waduh bahasanya agak  berat euy 😛*/

Hmm… ketika kita mengatakan pulang berarti ada tempat atau venue yang dituju yang lebih banyak kita kenal dengan Rumah… dan biasanya ada sesuatu yang menunggu disana, dan sesuatu itu adalah keluarga… keluarga identik dengan kebahagiaan, keceriaan dan ketenangan… pulang juga sering dimaknai sebagai cara untuk mengenang kembali berbagai peristiwa yang telah lalu atau lebih dikenal dengan kata nostalgia… tak jarang ketika dalam perjalanan pulang berbagai kenangan yang telah lalu muncul kembali dalam ingatan… pas banget dengan potongan lirik lagu dari kla project berikut :

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja…

Makanya ada yang bilang bahwa pulang adalah sebagai upaya untuk mengingatkan atau me-refresh kembali akan alasan kenapa kita harus pergi… menata kembali semangat diri untuk pergi lagi kemudian harinya… dan itulah yang ingin saya coba dapatkan dengan pulang ke kampung halaman kali ini… untuk mendapatkan kembali “Semangat Diri”… /*Hahaha…Garing…*/

Trus apa hubungannya dengan Sikuai ? Kalaulah boleh jujur, walaupun saya lahir dan dibesarkan di ranah minang ini… saya baru pertama kali mendengar kata sikuai ketika ditahun-tahun awal saya mulai  bekerja… itupun karena ada seorang teman yang bertanya kalau saudaranya mau berlibur ke sikuai sumatera barat, kira-kira tempatnya seperti apa ? dengan tampang  innocent, saya bilang saya tidak tahu… tapi ketika saya browsing di internet… hmm… agak keterlaluan rasanya jika orang asli sumatera barat tidak tahu tentang sebuah pulau nan indah berpasir putih dengan air laut nan tenang…

Mudik kemaren saya sempatkan untuk mengunjungi pulau ini… dan ini dia sedikit penampakannya :

Fasilitasnya bisa dibilang lengkap, terdapat lebih dari 50 penginapan, ada fasilitas bwt diving, snorkeling, jet sky scooter, banana boat, canoe sampai rental kapal pesiar pun ada… yang penting bawa duit yang banyak biar bisa nyobain semuanya… harga sewa per-jam-nya lumayan 😀 kalau mau ngeililingin ini pulau, bisa juga dengan merental sepeda, sepeda motor atau jalan kaki … sudah disediakan trek-nya sekeliling pulau ini… tapi sepertinya lebih seru jika mengelilingi pulau ini dengan menggunakan speed boat… katanya jika ingin melihat sunset akan lebih mantap jika dilihat dari puncak bukit di pulau ini, sekitar 30 menit jalan kaki dari penginapan… sayang saya tidak bisa menyaksikannya karena harus pulang … beli tiket-nya cuma yang one day… jadi sore hari harus balik lagi …

Pengen berkunjung ke sikuai…? pengen tahu bagaimana cera kesana-nya ? kunjungi saja website ini : www.newsikuai-island.com mungkin yang perlu sedikit di catat bahwa listrik di pulau ini baru dinyalakan mulai jam 5 sore… jadi kudu nge-charge HP ampe full dulu sebelum berkunjung kesana…

Ini dia penampakan pulau Sikuai hasil searching di youtube :

Karamunting…

Orang kampung saya menyebut nya “Karamunting”… agak penasaran, kira-kira dalam bahasa Indonesia namanya apaan yaaa… coba cek di google, dan ternyata dalam Bahasa Indonesia namanya juga “Karamunting”… Pernah dengar kata karamunting sebelumnya ? apa itu Karamunting ? berikut adalah informasi tentang karamunting hasil searching dari om google :

Karamunting (Melastoma malabathricum) adalah tumbuhan yang tumbuh liar pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang. Tumbuhan ini biasanya ditemukan sampai pada ketinggian 1.650 m dpl. Ciri-ciri termasuk dalam kelompok perdu, daun tunggal, bangun elips memanjang sampai lonjonng, duduk daun berhadapan bersilang, permukaan daun berambut bila diraba terasa kasar, pangkal daun membulat, tepi daun rata, ujung daun meruncing. Bunga termasuk bunga majemuk berwarna ungu kemerah-merahan, buahnya dapat dimakan mempunyai biji berukuran kecil. ( di ambil dari sini )

Dan ini dia penampakan karamunting, hasil jepretan ngasal saya sewaktu mudik minggu kemaren :

Karamunting ini banyak ditemukan di kampung saya… kalaulah boleh bernostalgia sejenak, berburu buahnya sewaktu saya masih kecil merupakan sebuah kesenangan tersendiri, bagaimana tidak pohon-nya yang hanya setinggi orang dewasa, tidak perlu memanjat untuk mendapatkan buahnya, dengan hanya berjinjit sedikit maka buah karamunting pun sukses dipetik… lebih serunya kalau dilakukan rame-rame, bermodalkan kantong kresek kecil, semuanya bersaing untuk mendapatkan buah paling banyak… walaupun ujung-ujungnya tidak termakan semuanya 😀

Menurut om google karamunting ini bisa untuk menetralkan racun lho… buat mengobati luka juga katanya… hmm… kalau tentang manfaatnya ini, saya memang baru tahu… 🙂

Kata Siapa Jakarta Itu Panas ?

Kalau berbicara tentang Jakarta, maka yang pertama kali terpikirkan adalah macet, banjir, panas, polusi dan lain sebagainya… yaaa panas, merupakan salah satu kata yang identik dengan Jakarta… tapi apa memang benar Jakarta itu panas ??

Menurut saya… Jakarta panas hanya untuk golongan orang tertentu saja, bagi sebagian orang lainnya Jakarta itu tidak panas, malahan bisa diatur mau suhu berapa ?? alasannya ?? benar sekaliiiii… ada AC…

Bagi sebagian orang-orang tersebut suhu di Jakarta itu bisa diatur sesuai keinginannya, bayangkan saja di rumah ada AC, di mobil ada AC, di kantor ada AC… tempat makan ber AC… jadi kata siapa Jakarta itu Panas ?? 🙂

Jika ada orang bilang kalo Jakarta itu panas, berarti ?? 😛

Tere-Liye

Kenal Tere-Liye ? kira-kira beliau laki-laki atau perempuan ? /*hahaha pertanyaan ga penting… */ Tere-Liye itu seorang penulis novel… salah satu penulis yang produktif menurut saya… setahun aja bisa sampai 3 cerita yang diterbitkan… hampir semua novel karya beliau yang diterbitkan beberapa penerbit ternama seperti Republika, Gramedia, Serambi, Mahaka publishing, dll sudah ada di perpustakaan kecil saya… beliau termasuk yang aktif nge-blog juga… blog-nya ada di  http://darwisdarwis.multiply.com dan yaaa sesuai url blog-nya, nama asli beliau adalah Darwis…

Jujur, sebenarnya sebagian besar cerita yang dihadirkan bisa saya tebak ending-nya seperti apa… walaupun kadang meleset, tapi masih sesuai prediksi saya… yang saya sukai dari karya-karya beliau adalah permainan kata-kata nan apik, konflik nan seru serta kalimat-kalimat motivasi yang membekas bagi saya sebagai pembaca. Dan satu hal yang menjadikan saya seperti ikut berimajinasi adalah setting cerita yang sebagian besar dari tanah sumatera… logat serta budaya sumatera sangat kentara dalam cerita-cerita beliau… pemilihan nama tokohnya pun sumatera banget… walaupun saya yakin nama-nama seperti itu sudah jarang ditemui di masa sekarang ini… jarang-jarang kan ada novel dengan setting ranah sumatera… 😛

Dan ternyata… setelah kesuksesan film-film yang diangkat dari sebuah novel belakangan ini, novel karya beliau pun tak luput dari incaran rumah produksi film… seperti film “Hafalan Shalat Delisa” yang diangkat dari judul novel yang sama yang diproduksi oleh StarvisionPlus, kabarnya akan mulai ditayangkan pada tanggal 22 desember ini… trailer-nya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=oKolDtQDqYI . Tak hanya itu novel serial anak-anak mamak yaitu “Burlian”, “Pukat”, “Eliana” dan “Amelia”  akan disinetronkan dan akan digarap oleh si pembuat sinetron-sinetron bermutu Dedi Mizwar…

Bagi yang belum pernah baca karya-karya beliau… silahkan nonton film-nya dan sinetronnya… setidaknya ini menghadirkan tontonan baru yang berbeda dengan tayangan-tayangan televisi yang makin hari makin aneh-aneh… 🙂

Oiya… list karya-karya beliau bisa dilihat di http://www.goodreads.com/author/list/838768.Tere_Liye

Insya Allah…

Hmm… Saya kira saya akan kuat, ternyata saya amatlah lemah melewati ini semua… ^_^
Tapi jujur, Lagu ini amat sangat membantu… Insya Allah we’ll find our way

Insya Allah
by Maher Zain feat. Fadly Padi

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way